“AKHLAK MEMILIKI POSISI YANG SANGAT PENTING” PENGAJIAN RUTINAN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS di MASJID AL-HUDA PAREN KECAMATAN BANYUBIRU

 






“AKHLAK MEMILIKI POSISI YANG SANGAT PENTING” PENGAJIAN RUTINAN PENYULUH AGAMA ISLAM NON PNS di MASJID AL-HUDA PAREN KECAMATAN BANYUBIRU

 

 

 

 

 

 

 

 

Banyubiru-Kegiatan rutin pengajian setiap malam jum’at kliwon ba’da Isya’yang diselenggarakan oleh  Penyuluh Agama Islam Kecamatan banyubiru bekerja sama dengan pengurus takmir masjid dan atas izin pemerintah desa setempat yang bertempat di masjid Al- Huda dusun Paren desa Kebondowo Kecamatan Banyubiru (2/ 2/2023)

Pada kesempatan kali ini kegiatan pengajian dihadiri oleh sebagian Penyuluh Agama Islam Kecamatan Banyubiru yaitu Bapak K. Asbihan, Bapak K. Samsul Hadi, Bapak K. Zaenal Fanan, Bapak K Muhammad Asrofik, Ivada Ilya  dan dihadiri oleh jamaah dusun Paren. Pengajian dibuka oleh takmir masjid Al- Huda dilanjutkan pembacaan yasin dan tahlil pengajian membahas terkait sunnah- sunnah wudlu dalam Kitab Fathul qarib yang disampaikan oleh Bapak K. Asbihan .

Dalam pengajian rutinan ini juga dibuka sesi tanya jawab untuk jama’ah, salah satu jama’ah bertanya terkait hukum wudlu tanpa menggunakan pakaian. Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh salah satu penyuluh yaitu Bapak Syamsul Hadi salah satu Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Banyubiru yang hadir pada pengajian tersebut.

“hukum wudlu tanpa memakai pakaian boleh, namun makruh (jika dilaksanakan tidak dosa dan jika ditinggalkan mendapat pahala) karena dalam melaksanakan ibadah termasuk wudlu haruslah dilaksanakan dengan cara- cara yang baik”

Bapak K Zaenal Fanan salah satu Penyuluh Agama Islam Non PNS Kecamatan Banyubiru yang hadir pada pengajian tersebut memberikan tambahan. “Salah satu tujuan dari ajaran agama Islam yaitu menyempurnakan akhlak derdasarkan hadi Nabi Muhammad SAW.

 إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ (Innama buistu liutammima makarimal akhlak)

Artinya: "Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia."

Bapak K. Zaenal Fanan menjelaskan dari hadist di atas kita tahu bahwa akhlak yang mulia memiliki posisi yang sangat penting dalam agama Islam. Oleh karena itu, Islam mengukur keimanan seorang hamba berdasarkan keutamaan-keutamaan yang ada pada dirinya, serta akhlak baiknya.

Kegiatan pengajian ini ditutup doa oleh Bapak K Syamsul Hadi.

Oleh: Ivada Ilya

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan Populer